Senin, 04 Juni 2012

Solois Sepanjang Masa Timur Tengah


         Hari ini terasa sangat menjemukan, untunglah aku masih mempunyai modem yang masih ada sisa Quota dan bisa di pakai untuk mendownload lagu, aku teringat zaman masih kecil dulu aku sering mendengar instrument timur tengah dengan penyayi yang sangat keren dengan kualitas vocal yang minta ampun tidak ada tandingannya, aku mengira lagu ini dinyayikan oleh seorang laki-laki eh ternyata yang nyanyi adalah seorang cewek dengan nama lagu “alf lila wa lila” Oum Kaltsum nama penyanyi tersebut dia adalah seorang penyanyi kelas berat di Jazirah Arab yang sampai detik ini tidak ada tandingannya sampai ada istilah kalau orang arab tidak akan pernah sepakat tentang hal apa pun, namun bila ditanya siapa penyayi yang paling terkenal seantero arab akan mereka jawab Oum Kaltsum
           Mungkin oum kalthum mungkin tidak akan menyangka kalau lagu-lagunya sekarang juga didengarkan di negeri timur jauh salah satunya indonesia sampai-sampai Novelnya Pramudya juga menceritakan hal tersebut, belum lagi masyarakat pesantren yang mendengarkannya pagi, siang dan petang “kaya makan aja tiga kali sehari” walaupun orang indonesia tidak melakukan haul terhadap bulan meninggalnya, namun mendengarkan lagunya pun akan cukup memberi pengharagaan kepada sang legendaris suaranya yang mampu meluluhkan hati para pemimpin arab saat itu sehingga dia bukan hanya milik orang mesir namun juga milik orang sejazirah arab dan afrika utara

Selasa, 29 Mei 2012

Membuang Orang Tua


Tersebutlah seorang laki-laki yang ingin membuang orang tuanya dikarenakan sudah tua renta dan dia menggendong orang tuanya tersebut menuju hutan belantara di saat perjalanan dia berhenti dikarenakan melihat buah jambu yang sudah masak, kemudian dia meletakan orang tua yang dia gendong tersebut ketanah dan dengan segera memanjat pohon jambu tersebut dan mengambil buahnya, setelah mendapatkan buah jambu tersebut sang anak melanjutkan perjalanan sambil menggendong orang tua yang akan dia buang kedalam hutan, di perjalanan orang tua yang ia bawa tersebut bertanya kepada anaknya tersebut “untuk siapa dia mengambil buah jambu tersebut” sang anak menjawab “untuk anaknya yang dirumah”  yang tiada lain adalah cucu kakek tersebut  kemudian kakek tersebut  berkata lagi  “waktu kau kecil aku juga sering membawakan buah-buahan yang aku temui untukmu”  mendengar perkataan itu sang anak termenung akhirnya di tidak jadi membuang ayahnya yang tua renta tersebut ke dalam hutan

Semoga cerita ini menjadikan kita lebih berbakti kepada orang tua

Senin, 23 April 2012

             

            Pernahkah kalian mengunjungi kapuas hulu yang daerah yang paling jauh kabupaten yang paling jauh dari ibukota provinsi Kalimantan Barat yaitu Pontianak, hal ini lah yang menjadikan daerah ini memilliki banyak budaya yang masih orisinil yaitu kehidupan masyarakat dusun yang kebanyakan mendiami rumah Betang  sehingga interaksi sosial yang unik dapat diperhatikan disini dan dalam menjalani kehidupan yang serasi dengan alam dan sudah sepantasnya kita menggali kearifan lokal dalam menjaga lingkungan
             Sungai  Sedik nama sebuah dusun yang berada di desa Sungai Abau kecamatan Batang Lupar yang di diami oleh suku dayak Iban, masyarakat di dusun ini telah mampu menjadi masyarakat mandiri dalam memenuhi kebutuhan yang sangat mendasar yaitu air dan energi kemandirian ini lah yang membuat yang menjadikan desa ini menjadi tidak bergantung dengan perusahaan negara dalam mencukupi kebutuhan air bersih dan energi berupa listrik dari PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) yang di dapat dari air terjun yang berada dibelakang rumah yang cukup menarik untuk dijadikan tempat wisata dan hanya berjarak 300 meter dari jalan lintas utara yaitu jalan utama  yang menghubungkan Lubuk Antu (Malaysia) dan Putussibau (Indonesia)